Upacara Pernikahan Indonesia: Upacara Pernikahan Sunda dan Jawa

Upacara Pernikahan Indonesia: Upacara Pernikahan Sunda dan Jawa

Upacara pernikahan di Indonesia sangat beragam, beberapa upacara pernikahan tradisional besar yang sering digunakan untuk membuat pernikahan sakral adalah upacara pernikahan Jawa, Minangkabau, Betawi, Cina, Melayu, Sunda, Batak, dll.
Dalam acara upacara pernikahan budaya Sunda, kekayaan budaya Sunda dapat dilihat juga melalui upacara pernikahan adat yang diwarnai dengan humor namun tidak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat. Setidaknya ada sembilan tahapan upacara yang harus dilalui oleh kedua mempelai dalam upacara pernikahan adat Indonesia ini.
1. Menjemput pengantin pria. Ini dilakukan oleh perwakilan pengantin wanita.
2. Ngabageakeun. Saat mempelai pria tiba di rumah mempelai wanita, ibu mempelai wanita disambut dengan mengalungkan untaian bunga melati.
3. Akad Nikah. Pada fase ini, pengantin wanita dijemput dari kamarnya untuk pergi ke tempat semua orang berkumpul.
4. Sungkeman. Kedua mempelai memberi hormat kepada orang tua kedua belah pihak dengan alasan meminta persetujuan.
5. Wejangan. Pada fase ini, ayah atau wali mempelai wanita akan memberikan nasihat-nasihat kepada kedua mempelai.
6. Saweran. Setelah fase Wejangan, fase selanjutnya adalah Saweran. Tahapan ini diadakan dengan pantun saweran dari perwakilan pengantin, dan kedua mempelai akan melempar koin di atas mangkok dengan nasi menandakan penyebaran berkah dari pasangan pengantin.
7. Meuleum Harupat. Pada fase ini pengantin menyalakan harupat dengan lilin, kemudian harupat ditaburi kendi air. Harupat itu kemudian dipatahkan oleh pengantin pria.
8. Nincak Endog atau menginjak telur. Pengantin pria menginjak telur yang pecah sampai kemudian dibasuh kakinya oleh pengantin wanita.
9. Muka Panto (pintu terbuka). Pada fase ini, sebelum calon pengantin masuk ke pelaminan, perwakilan calon pengantin saling memberikan pantun.
Upacara pernikahan Indonesia selanjutnya datang dari tanah Jawa, terutama dari kota Solo. Dalam upacara pernikahan Jawa, setidaknya ada 8 tahapan yang harus dilaksanakan:
1. Sowan Luhur memohon restu kepada sesepuh dan berziarah ke makam leluhur kedua mempelai pria dan wanita.
2. Wilujengan adalah ritual sebagai wujud permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Pasang Tarub adalah sebuah tradisi membuat bleketepe atau anyaman daun lontar yang dipergunakan untuk dijadikan atap atau peneduh manton resepsi.
4. Pasang Tuwuhan, terdiri dari pohon pisang yang buahnya sudah masak, tebu wulung, cengkir gadhing, daun kapuk pari sewuli, dan berbagai macam daun lainnya.
5. Siraman dan Sade Dawet (Dodo Dawet)
6. Pemingitan. Fase ini dilakukan selama seminggu, atau minimal 3 hari. Pada periode ini, pengantin setiap malam digosok dan mendapat banyak nasihat tentang bagaimana menjadi seorang istri dan ibu dan mengatur rumah tangga.
7. Midodareni. Masyarakat adat Jawa percaya bahwa pada malam itu para bidadari surga akan turun ke bumi dan datang ke rumah mempelai wanita, untuk mempercantik dan memperindah mempelai wanita.
8. Ijab Panikah. Pelaksanaan Ijab Panikah ini mengacu pada agama yang dianut oleh mempelai wanita.
Itulah dua dari sekian banyak upacara pernikahan Indonesia yang diadakan di seluruh tanah air Indonesia. Setiap upacara pernikahan Indonesia diadakan berdasarkan suku mempelai wanita atau mempelai pria, atau keduanya; meskipun mereka tidak berada di tanah suku mereka. Misalnya, orang Sunda bisa mengadakan upacara pernikahan Sunda di tanah Jawa, Batak, atau Ambon. Begitu juga dengan suku Jawa, Batak, Ambon, atau suku bangsa Indonesia manapun bisa melangsungkan upacara pernikahan sukunya di tanah Sunda atau dimanapun di Indonesia. Inilah realitas Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda namun satu tujuan.

Baca Juga  Tips Memilih Lemari untuk Dapur Anda

Originally posted 2022-04-03 09:33:15.

Leave a Reply

Your email address will not be published.